Selamat datang di blog-ku..sugeng rawuh sugeng midangetaken..blog ini berisi semua yang menjadi hobiku..
Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Jenis-jenis Arwana

JENIS-JENIS ARWANA.....

Arwana ada beberapa jenis. Berdasarkan daerah penyebarannya terdapat 5 spesies Arwana sampai saat ini:
1. Arwana Asia (Scleropages formosus)
2. Arwana Irian (Scleropages jardinii)
3. Arwana Australia (Scleropages leichardti)
4. Arwana Silver (Osteoglossum bicirrhosum)
5. Arwana Hitam (Osteoglossum ferreirai)

Super Red Arowana

Super Red Arowana

Image

Arwana jenis ini berasal dari Indonesia, tepatnya di pulau Kalimantan bagian barat di sungai kapuas dan danau sentarum. Arwana jenis ini pada dasarnya terbagi lagi menjadi beberapa varietas berdasarkan warna, yaitu warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red).

Arwana jenis ini sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut sejak kecil yang kemudian akan muncul juga di bagian pipi dan pinggir insang. Ring akan mulai terlihat sejak mencapai ukuran 25 cm, namun belum mengeluarkan warna merah. Warna merah pada badan akan mulai keluar saat ikan berumur kurang lebih 3-4 tahun. Namun para hobbies sering kali menggunakan trik-trik untuk membantu mempercepat perkembangan warna, seperti tanning, pemberian pakan yang bagus untuk perkembangan warna, atau dengan menempatkan ikan di kolam yang terkena sinar matahari langsung.

Adapun yaitu purple red adalah tipe super red yang langka. Warna badannya merah dengan bagian tengah sisik berwarna biru atau ungu tua.

Cross Back Golden (X Back Golden)

Image

Varietas cross back golden / x back golden ini berasal dari Malaysia, seperti di daerah Perak, Johor, Bukit Merah dan Trengganu. Golden cross back / x back merupakan salah satu dari varietas arwana golden.

Arwana ini di sebut cross back / x back karena pada saat dewasa ring pada sisik bisa sampai melewati punggung. Warna emas yang dimiliki arowana varietas ini cenderung lebih terang/mengkilap. Golden cross back sedikit susah untuk di dapatkan, sehingga harganya pun lebih mahal dari varietas lainnya seperti Super Red.
Yang unik dari varietas ini adalah warna dasarnya yang beragam, mulai dari blue base, purple base, silver base dan gold base. Khusus untuk jenis yang memiliki warna gold base, lebih cepat mencapai warna yang penuh (umur muda).

Red Tail Golden Arwana (RTG)

Image

Red tail golden (RTG) adalah salah satu varietas golden yang berasal dari Indonesia, khususnya Pekan baru - Sumatera. RTG sifatnya lebih agresif dari X Back. Seperti halnya X Back, RTG juga memiliki keragaman warna dasar/base color seperti, blue base, green base dan gold base. RTG dapat tumbuh lebih besar dari pada X Back.


Kekurangan dari RTG adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).

Banjar Red Arwana

Image

Jenis ini sering kali dianggap sebagai varietas arowana merah kelas dua. Walau begitu, jenis ini tetap memiliki ciri & khasnya sendiri. Sehingga para hobbies masih tetap memburu arwana jenis ini sebagai koleksi. Warna sisiknya yang memiliki warna dasar kehijauan & membentuk seperti tapal kuda dan sedikit merah muda di usia dewasa membuat arwana jenis ini cukup unik.

Banjar red di usia mudanya, ukuran 10-15 cm terlihat sangat mirip dengan arwana super red. Dari warna ekor dan sirip yang kemerahan, begitu juga dengan dayung hampir sama dengan arwana super red. Namun setelah mencapai ukuran 15-20 cm pada umumnya warnanya mulai berubah. Ekor mulai terlihat oranye. Banjar red tidak memiliki ring pada umumnya, sama halnya dengan green arwana. Harga dari banjar red pun lebih mahal dari green arwana (pino).

Green Arwana (Pino)

Image

Di sebut green arwana karena jenis ini memiliki warna dasar hijau. Meski pun tidak memiliki ring (warna mengkilap di pinggir sisik) seperti saudaranya super red, RTG / X Back, green arwana juga memiliki keindahan tersendiri. Varietas ini bisa ditemukan di Malaysia, Kamboja, Thailand, Indonesia & Myanmar. Green arowana biasa dikalangan hobbies di sebut arwana pino.

Jardini Arwana (Irian)

Image

Warna yang dimiliki varietas arwana ini cukup unik. Warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kuning ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian. Maka dari itu jenis ini juga terkadang disebut arwana Irian oleh para hobbies.

Jardini arwana sebenarnya ada dua jenis warna, yaitu warna dasar lebih gelap dan yang lebih terang. Yang memiliki warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.

Silver Arwana (Brazil)

Image

Arwana Brazil atau biasa disebut Arwana Silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arwana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arwana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini. Namun jika arwana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang.

Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya).

Black Arwana

Image

Varietas ini juga berasal dari Amerika Selatan dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan silver arwana, namun pada bagian sirip sampai ekor memiliki warna hitam. Konon warna hitam tersebut lambat laun akan memudar saat arwana mulai dewasa.

African Arwana

Image

Seperti namanya, jenis arwana ini hanya ditemukan di Afrika. Bentuk tubuhnya hampir menyerupai silver arwana, namun bentuk kepalanya lebih bulat.

Arwana Unik

Adakalanya nilai arwana bisa menjadi semakin tinggi jika bentuk tubuhnya unik dan langka, seperti bentuk sendok, walau sebenarnya merupakan kelainan fisik

Image

Arwana sendok mempunyai postur punggung melengkung, sehingga bagian kepalanya lebih rendah dari punggungnya.

Image

Kondisi fisik yang unik dan langka ini disebut parrot. Parrot berbeda dengan sendok, cirinya bagian lengkungan parrot lebih tajam daripada Arwana sendok.

Image

Arwana ini disebut kembar siam. Jumlahnya sangat langka dan perlu perawatan khusus untuk dapat hidup sampai dewasa.

Image
Image

Disebut platinum karena badannya putih bersih keperakan menyerupai emas putih alias platina, warna sirip pun putih bersih. Arwana platinum juga bisa dimanipulasi, namun demikian kondisi yang demikian tidak bisa bersifat permanen.

sumber: arowana.co.uk, aroblogs.blogspot.com, aquaticpredators.com


Rabu, 24 Agustus 2011

frontosa


Frontosa adalah ikan yang memiliki keindahan warna biru metalik dan kepala nonong. Ikan ini memiliki nama latin cyphotilapia frontosa. Cypho berasal dari bahasa yunani yang berarti nonong. Tilapia berarti ikan dan berasal dari bahasa penduduk yang berada di sekitar danau Ngami di Afrika. Sedangkan frontosa berasal dari bahasa latin yang berarti “memiliki bagian depan kepala yang besar”.


 

Jenis-jenis Frontosa
Frontosa terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:
  • Frontosa yang memiliki enam strip itu biasanya yang banyak di jual pasaran. Jenis ini berasal dari daerah Burundi. Lima strip terdapat di bagian badan dan satu strip di bagian kepala.
  • Jenis yang memiliki tujuh strip berasal dari Kigoma. Enam strip berada di badan dan satu melintasi bola mata. Jenis ini memiliki warna yang agak kekuningan di bagian “punggung” (bagian atas dekat sirip atas).
  • Sedangkan yang berasal dari Zambia memiliki enam strip dan satu strip yang lebar sekitar “hidung”.
  • Jenis berikutnya berasal dari Mpimbwe di Zaire. Yang ini memiliki enam strip.
  • Jenis yang terakhir ditemukan di sekitar Kilipi di Tanzania. Jenis ini di kabarkan sebagai persilangan antara yang berasal dari Kigoma dan Zambia.
Habitat asli frontosa adalah di danau Tanganyika di bagian timur Africa. Frontosa hidup di kedalaman 10-70 m. Mereka hidup berkelompok.

 

Ikan ini bisa hidup di air di atas pH normal(7.8-9.5) dengan suhu sekitar 24 derajat celcius. Dalam hal makanan mereka tidak banyak memilih. Mereka bisa dikasih pelet, udang, ulat, dan jenis-jenis makhluk hidup air lainnya. Frontosa bukanlah ikan yang mengejar mangsanya dengan agresif seperti lou han. Ikan ini sangatlah pelan dalam bertindak. Mereka aktif pada saat-saat yang agak gelap (pada saat sinar tidak begitu terang).
Frontosa jantan bisa bertumbuh mencapai 30-35 cm sedangkan betina berukuran lebih kecil. Baik jantan maupun betina memiliki nonong yang akan bertumbuh makin besar semakin dewasa. Jantan memiliki nonong yang lebih besar dari betina.
Di dalam aquarium ikan ini sebaiknya di tempatkan di dalam grup yang terdiri dari satu jantan dan dua atau lebih betina. Aquarium seharusnya di kasih banyak batu yang membentuk seperti goa. Tempat ini dibutuhkan oleh si jantan untuk menghindar tetapi betina biasanya tidak butuh tempat persembunyian semacam ini. Batu-batu harus dalam posisi yang kuat karena ikan ini cukup bertenaga. Didalam aquarium 750 liter, kita bisa menempatkan 10 atau lebih frontosa.
Ikan ini tidak terlalu susah untuk di pelihara tetapi kesabaran sangat di butuhkan disini karena ikan ini cukup lama besarnya. Frontosa yang berukuran satu inci akan memakan waktu tiga sampe empat tahun untuk siap bertelur. Ikan ini menyimpan telur yang di buahi didalam mulut.
Tidak seperti jenis cichlid lainya, ikan ini tidak akan berantem atau menggetarkan badan serta tidak ada perubahan warna dan pengejaran pada saat kawin. Ketika si betina siap untuk bertelur, dia akan memberi tanda kepada si jantan dan kemudian si jantan akan mencari tempat untuk bertelur. Tempat ini biasanya merupaka lubang pada pasir. Setelah menemukan tempat yang cocok, si jantan akan mengeluarkan sperma dan si betina akan mengeluarkan telur-telur. Kadang-kadang si betina meninggalkan tempat bertelur untuk menandakan perlu tambahan sperma dari si jantan. Mereka akan ganti-gantian mengeluarkan telur dan sperma di tempat bertelur.
Pada saat si betina mengangkat telur-telur masuk ke dalam mulut, si jantan akan berpatrol di sekitar daerah tersebut dan akan menyerang makhluk air tawar di sekitar daerah tersebut yang mencoba mendekati. Setelah si betina mengangkut semua telur ke dalam mulut, dia akan mencari tempat perlindungan dan meninggalkan grup (frontosa biasanya hidup pergrup). Telur akan “menetas” setelah 3-4 hari dan anak-anak akan tetep berada di dalam mulut hingga 4-4.5 minggu. Mereka di lepaskan setelah mencapai ukuran 10-15 mm. Awal-awal, mereka pada umumnya tumbuh dengan cepat apabila di beri makan dan air di ganti secara teratur.

frontosa saya :)

( Sumber : http://www.iftfishing.com/ )

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops