Selamat datang di blog-ku..sugeng rawuh sugeng midangetaken..blog ini berisi semua yang menjadi hobiku..

Minggu, 30 Oktober 2011

gabus kerdil alias kotes a.k.a channa gachua

Kemarin2 bapakku dapat kiriman ikan dari anak buahnya...lumayan nih makan pake ikan hehe
Ehh sewaktu dibuka tuh kirimannya ternyata didalamnya masih ada yang bergerak, setelah dibuka di dalamnya ada ikan yang masih hidup...ooow ternyata ikan gabus/kutuk ternyata.
Pikir2 daripada digoreng mending aku piara aja nih ikan sebagai koleksi baruku (pikirku-red). Lagian ku suka liat motifnya, langsung deh aku masukkin ke dalam aquarium..ternyata keren juga gabus sawah yang satu ini kalau dipiara di aquarium hahaha...tiap hari aku kasih makan jangkrik, rakus juga tuh gabus.
Penampakan ikan gabus kerdilku (channa gachua) :










Dwarf snakehead (Channa gachua) berasal dari kawasan Asia bagian selatan dari Pakistan sampai Indonesia yang juga dikenal dengan Brown snakehead. Channa gachua memiliki panjang maksimum 25 cm dan di aquarium maksimal 15 cm, oleh karena itu ikan ini dianggap sebagai channa terkecil. Tubuh Channa gachua berbentuk silinder keabu-abuan dengan sirip berwarna biru dan orange. Channa gachua memiliki sirip perut, hal inilah yang membedakannya dengan jenisnya dari Sri langka Channa orientalis yang tidak mempunyai sirip perut. Ikan jantan memiliki warna sirip punggung, perut dan ekor yang lebih menarik dibanding betina, selain itu juga kadang betina memiliki perut yang lebih besar.
 
Channa gachua merupakan ikan karnivora dengan memakan makanan hidup seperti cacing, ikan kecil, serangga dan makanan komersil lainnya (kecuali makanan kering). Ikan ini hidup pada kondisi air dengan pH 6 – 7 dan suhu 22 – 260C. Dalam reproduksi, Channa gachua merupakan tipe Mouthbrooder atau mengerami telur di mulut. Parameter air tidak terlalu diperhitungkan saat breeding ikan ini. Ikan ini kawin dalam beberapa fase seperti umumnya golongan Anabantoid yakni pasangan akan saling melilit (berpelukan) selama pelepasan telur dan pembuahan. Telur – telur tersebut akan menuju permukaan air dan pejantan akan menaruhnya didalam mulutnya untuk beberapa hari. Setelah 3 hari, anakan ikan di lepas dari mulut pejantan dan kedua orang tua akan menjaga di sekitar anakan ikan tersebut. Induk betina akan memberi makan anakan ikan tersebut dengan telur – telur yang tidak menetas. Hal ini merupakan salah satu strategi induk agar anaknya selalu kecukupan nutrisi disaat air sangat kekurangan nutrisi. Ikan ini merupakan ikan yang kuat karena dapat bertahan pada air yang mengalami perubahan suhu atau keasaman cukup tinggi. Selain itu, ikan ini adalah pelompat di atas permukaan air, jadi untuk pemeliharaan di aquarium, aquarium perlu diberi tutup.
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Phylum
Chordata
Class
Order
Family
genus
Species
Channa gachua



 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops